Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan yayasan


 

Tag Terpopuler

Disinyalir Tempat Prostitusi dan Miras, Masyarakat desak kepolisian buru Gunawan pemilik lokalisasi.

Sabtu, Mei 30, 2026 | 6:06 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-31T01:06:11Z

Simalungun.Sangkara News

Disinyalir ada praktek prostitusi serta pesta minuman keras (miras), disebuah kafe di Nagori  Muara Mulia, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumut diminta agar  dirazia Kepolisian Sektor Tanah Jawa  dan polres Simalungun pasalnya cafe 80  yang diindikasi menyediakan jasa prostitusi dibarengi suguhan minuman alkohol yang sangat  membahayakan memicu persoalan ditengah masyarakat.

Ini  sudah berulang kali diminta ditutup warga selain membuat kebisingan dan rawan akan tindak kriminal 
Tetapi sampai saat ini tetap beroperasi sepertinya lokasi prostitusi ini kebal hukum  .

Dugaan praktik prostitusi dan pesta minuman keras di kafe tersebut live  hingga dini hari ," Ujar salah satu warga yang tidak mau namanya dipublis.
 
Desak APH menutup lokalisasi tak berizin 

Warga berinisial B meminta agar pihak kepolisian turun dan menertibkan cafe tersebut dugaan keras tidak memiliki izin hiburan. "Razia dilakukan untuk memastikan tidak ada aktivitas ilegal seperti prostitusi dan pesta miras di lokasi yang menjadi perhatian publik tersebut,"tandasnya.

“Kami tidak mentoleransi aktivitas melanggar hukum di wilayah kami, terutama yang mengganggu ketertiban umum dan moralitas masyarakat,"cetus nya merasa kesal.

Pemilik kafe, pria bernama Gunawan ( 43) saat  dimintai keterangan  untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai aktivitas di kafe tersebut tidak menggubris dan memillih memblokir whatshaap media.

Adanya  praktik prostitusi maupun pesta miras di lokasi yang dimaksud sangat menghkawatirkan warga sekitar  Meskipun demikian,  masyarakat meminta agar cafe tersebut ditutup secara parmanen  untuk menghindari  rusak nya generasi.

Pihak kepolisian diminta  tetap waspada dan   terus memantau aktivitas di area tersebut hingga tutup secara parmanen.

Jihan (37)  salah satu pelayan cafe saat dimintai keterangan jika di cafe tersebut  menyebutkan jika area prostitusi milik Gunawan  Bigbos sangat aman dan jauh dari  areal pemukiman serta tak mungkin  akan dirazia.

" Disini kami ada 13 orang bang wanita nya ,klu tarif jika kencan  450 rbu - 500 rbu show time " ujarnya menerangkan.
 
" Minuman nya asyik ada Amer juga BIR ,kemarilah ntar malam buka jam 10 malam hingga dini hari soalnya puas lah untuk cari kenikmatan" cetus Jihan.

Langkah ini merupakan komitmen Pihak Polres Simalungun melalui  satreskrim Simalungun  agar memburu  aktor  dibalik beredar nya prostitusi   hingga minuman beralkohol yang disinyalir   bernama Gunawan (43)   diketahui owner lokalisasi tak berizin tersebut  beralamat di puncak juga membuka aktivitas minum   tuak setiap harinya.

 Agar stabilitas keamanan dan  ketertiban di wilayah hukum polres Simalungun khususnya tanah Jawa terjamin jauh dari tempat maksiat dan pelacuran

Laporan AG
& TIM MEDIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update